Wednesday, August 27, 2008

Banjir Uang di Pelabuhan Sekupang

Anda pernah berkunjung ke batam melalui Pelabuhan Beton Sekupang setelah diterapkannya perdaduk Kota Batam? Kalau Jawaban anda iya, bagaimana komentar anda, apakah anda senang dengan peraturan tersebut atau malah sebaliknya. Tidak senang, begitulah jawaban dari banyak orang yang saya dengar ketika saya berkunjung ke sana kira kira 3 jam yang lalu, yaitu hari rabu, 27 Agustus 2008 tepatnya jam 2 siang. Sembari menanti kedatangan adik ipar saya yang akan datang ke pulau batam ini untuk membantu usaha kakak ipar saya, saya ngobrol-ngobrol dengan beberapa orang yang ternyata juga sedang menunggu sanak saudara mereka di sana. Lalu saya bertanya kepada 3 orang dari mereka, apakah mereka senang dengan Perdaduk yang langsung dijawab mereka dengan kata “tidak senang”. Mereka menambahkan, Kalau peraturannya sebenarnya sudah tepat, nah orang-orang yang dilapangan ini sekarang yang membuat repot. Lalu saya Tanya, repotnya dimana pak? Kemudian mereka menjawab, Begini pak, sekarang saya sedang menjemput saudara saya yang akan bekerja di batam, tetapi karna peraturan tersebut, maka saya harus membayar sejumlah harga tiket pulang saudara saya itu, katakanlah 200.000 sebagai jaminan, supaya dia bisa masuk kota batam. Nah, itukan terlalu berat pak, apalagi saya hanya seorang tukang ojek, saya harus bekerja selama 4 hari sampai 1 minggu baru bisa mendapatkan bersih 200.000 itu pak. Kemudian bapak yang satu lagi menambahkan, Itu kalau jalur Lurus pak, nah kalo jalur samping bisa juga keluar saudara kita, tapi yah bayar 50.000 – 100.000 pak, kita pakai calo.

Saya sedikit tersentak mendengar kata kata “Calo” tersebut. Kemudian saya bertanya lagi, Wah emangnya disini ada calo pak? Kemudian bapak tadi tertawa sambil berkata , bukan ada pak, tetapi banyak. Lihat, itu calo pak, nah yang itu juga, nah yang sana juga jawabnya sambil menunjukkan beberapa calo yang tampak clingak-clinguk mencari orang yang ingin keluar dengan jalur samping. Lalu bapak yang tadi ingin membayar 200.000 bertanya, masa sih pak bisa? Lalu dijelaskan bapak tadi, kalo gak percaya bapak pake calo aja, dengan 50.000 saudara bapak pasti bisa keluar. Lalu bapak tadi memanggil 1 orang calo dan selanjutnya diperkenalkan kepada bapak yang satunya lagi, Dan Aneh Bin Ajaib, ternyata memang benar, bapak tersebut sudah bersama dengan saudaranya dengan hanya mengeluarkan uang 50.000.

Nah saya jadi bingung, saya berfikir gimana cara mengeluarkan Adik ipar saya ini, apakah saya harus mengisi formulir dan membayar uang jaminan? Sementara adik ipar saya datang ke batam bukan mencari kerja, tetapi untuk bekerja, membantu usaha kakak kandungnya sendiri di batam. Akhirnya sambil berfikir, saya melihat ke sekeliling saya lagi, dan ternyata memang cukup banyak calo yang berkeliaran di lokasi penjemputan pengunjung di Pelabuhan tersebut. Kemudian saya telpon adik ipar saya yang masih ada di dalam pelabuhan tersebut, lalu saya katakan padanya, coba keluar aja dulu, siapa tau bisa, kemudian saya lihat dia mencoba untuk keluar, tetapi dihalau oleh petugas perdaduk, dan disuruh menghadap ke petugas yang lain karna adik ipar saya tidak memiliki ktp batam. Kemudian saya telpon adik ipar saya lagi dan menyuruh dia untuk bersabar sebentar, nah setelah selesai menelpon, tiba tiba datang seseorang dan bertanya kepada saya, Bang mau ngeluarin adiknya yah? Lalu saya jawab, iya, kenapa bang? Lalu dia menawarkan jasa untuk mengeluarkan adik ipar saya dari sana, setelah perjanjian disetujui bersama, akhirnya adik ipar saya bisa keluar, dengan biaya 50.000 kepada calo tersebut.

Setelah adik saya keluar dari Pintu Perdaduk, maka kamipun berhenti sejenak disana karna hari hujan pada saat itu. Nah saya juga melihat ada banyak anggota Tni serta polri yang menjemput sanak saudara mereka dari pelabuhan tersebut. Dan sepertinya mereka tidak mendapatkan hambatan apapun karena mereka berseragam lengkap. Dalam hati saya berkata, enak juga yah jadi angkatan, gak mesti repot mikirin saudara yang mau keluar dari pintu perdaduk dan gak perlu bayar 50.000 untuk calo.

Nah dari gambaran diatas, kira kira Sudah berhasilkah Perdaduk kota batam yang sudah diterapkan sampai pada saat ini? Sudah berhasilkan peraturan tersebut menekan angka kedatangan ke pulau batam? Sudah berhasilkah peraturan tersebut menekan jumlah pengangguran di kota ini? Coba kita lihat lagi, seluruh pengunjung yang tidak memiliki ktp akan bisa memasuki kota batam dengan uang jaminan sejumlah harga tiket keberangkatan. Katakanlah 200.000. Nah setelah mereka membayar 200.000 kemudian mereka akan tinggal di batam dan berusaha mencari kerja, nah setelah dapat kerja mereka akan tetap tinggal di batam. Dan kalaupun mereka tidak dapat kerja, mereka akan terus berusaha dan akan tinggal di batam. Kalau misalnya urutannya seperti diatas, bukankah jumlah penduduk di batam akan terus bertambah dan uang pemasukan dari perdaduk akan sangat besar juga? Sebab sangat jarang sekali orang yang memberikan uang jaminan mengambil uang tersebut kembali. Nah bagaimana menurut anda tentang hal ini ???

2 comments:

Manik said...

Waw..Analisa yg sangat bagus..!!!

Kira2 tulisan ini bisa masuk suratkabar loh :D

Anonymous said...

awal yang baik