Thursday, August 9, 2012

10 Bank Nasional Dengan Suku Bunga Tertinggi di Indonesia

Nah ini perlu diketahui oleh seluruh pengusaha maupun seluruh masyarakat indonesia yang sering meminjam uang ke bank-bank nasional baik itu untuk usaha maupun untuk kepentingan lainnya. Ada sepuluh bank nasional yang memberikan suku bunga tertinggi di Indonesia ini. Seperti yang dilansir oleh finance.detik.com berikut ini.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Radjasa menyindir bank nasional yang memberi bunga kredit atau pinjaman terlalu tinggi. Menurutnya hal tersebut dapat menghampat pertumbuhan investasi dan ekonomi di Indonesia.

"Perbankan jangan terlalu menikmati keuntungan dari spread yang tinggi. Perbankan kita terlalu menikmati keuntungan luar biasa dari spread yang tinggi itu," ungkap Hatta baru-baru ini.

Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) terkait suku bunga dasar kredit (SBDK) perbankan pada posisi akhir bulan Juni 2012. Ada 10 bank nasional dan asing yang beroperasi di Indonesia yang menetapkan bunga kredit retail dan korporasi yang besarnya rata-rata di atas 10 persen.

Seperti dikutip detikFinance, Kamis (9/8/2012) data SBDK yang dipublikasikan ini berasal dari bank umum konvensional yang wajib melakukan publikasi jika memiliki total aset minimal Rp 10 triliun. Informasi SBDK yang dipublikasikan didasarkan atas laporan yang disampaikan oleh bank kepada Bank Indonesia untuk posisi akhir bulan laporan.

Ini dia 10 bank yang paling getol beri bunga kredit tinggi:

1. Bank Mutiara (Mutiara Bank)

PT Bank Mutiara Tbk menduduki peringkat kesepuluh bank paling getol pemberi bunga kredit atau pinjaman. Bank Mutiara menetapkan bunga untuk kredit retail sebesar 11,75 persen dan kredit korporasi sebesar 11,00 persen.
Bekas Bank Century ini pada kwartal I tahun 2012 membukukan laba bersih sebesar Rp 43,52 miliar atau naik 8,18 persen bila dibandingkan dengan laba bersih pada kwartal I tahun lalu yang sebesar Rp 40,23 miliar. Hal tersebut didorong oleh Pendapatan bunga yang mengalami peningkatan dari Rp 216,89 miliar menjadi Rp 296,72 miliar pada kwartal I tahun 2012.

2. Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh

PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh menduduki peringkat kesembilan bank paling getol pemberi bunga kredit atau pinjaman. BPD Aceh menetapkan bunga untuk kredit retail sebesar 11,84 persen dan kredit korporasi sebesar 11,84 persen.

3. Bank Victoria International, Tbk

PT Bank Victoria International Tbk menduduki peringkat kedelapan bank paling getol pemberi bunga kredit atau pinjaman. Bank Victoria International menetapkan bunga untuk kredit retail sebesar 11,87 persen dan kredit korporasi sebesar 11,87 persen.
Bank Victoria International pada kwartal II tahun 2012 mencatat laba bersih sebesar Rp 85,29 miliar. Selain itu Pendapatan Bunga Bank Victoria International mengalami kenaikan menjadi Rp 520,84 miliar pada kwartal II tahun ini.

4. Bank Mandiri

PT Bank Mandiri Tbk menduduki peringkat ketujuh bank paling getol pemberi bunga kredit atau pinjaman. Bank Mandiri menetapkan bunga untuk kredit retail sebesar 12 persen dan kredit korporasi sebesar 10 persen.
Bank Mandiri pada kwartal II tahun 2012 mencetak laba bersih Rp 7,14 triliun atau tumbuh 13 persen pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,2 triliun.
Naiknya laba Bank Mandiri didorong oleh pendapatan bunga bersih dan premi bersih Bank Mandiri pada triwulan kedua tercatat sebesar Rp 13,79 triliun.

5. Bank Sumsel Babel (BSB)

PT Bank Sumsel Babel (BSB) menduduki peringkat keenam bank paling getol pemberi bunga kredit atau pinjaman. Bank Sumsel Babel menetapkan bunga untuk kredit retail sebesar 12,18 persen dan kredit korporasi sebesar 11,11 persen.

6. Bank Bukopin Tbk

PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) menduduki peringkat kelima bank paling getol pemberi bunga kredit atau pinjaman. Bank Bukopin menetapkan bunga untuk kredit retail sebesar 12,75 persen dan kredit korporasi sebesar 10,31 persen.
Bank Bukopin hingga triwulan II tahun 2012 mencatat laba bersih Rp 402 miliar atau meningkat 20,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun yang lalu.
Pertumbuhan tersebut ditopang oleh ekspansi kredit yang meningkat 44,3 persen menjadi Rp 46,03 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 31,9 triliun.

7. Bank Danamon Indonesia Tbk

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) menduduki peringkat keempat bank paling getol pemberi bunga kredit atau pinjaman. Bank Danamon menetapkan bunga untuk kredit retail sebesar 12,80 persen dan kredit korporasi sebesar 10,80 persen.
Bank Danamon hingga kwartal II tahun 2012 telah membukukan kenaikan laba bersih sebesar 36 persen menjadi Rp 2 triliun pada kwartal II tahun 2012.
Peningkatan laba tersebut didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit Bank Danamon yang naik 19 persen menjadi Rp 110 triliun dari Rp 93 triliun pada periode yang sama tahun lalu

8. Bank Sulselbar

PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan dan Barat (BPD Sulselbar) menduduki peringkat ketiga bank paling getol pemberi bunga kredit atau pinjaman. BPD Sulselbar menetapkan bunga untuk kredit retail sebesar 14,58 persen dan kredit korporasi sebesar 12,70 persen.
Bank Sulselbar pada triwulan I tahun 2012 mencatatkan laba sebelum pajak Rp 90,26 miliar atau tumbuh 5,86% dibandingkan periode yang sama di tahun 2011.
Perolehan laba Bank Sulselbar sendiri didorong oleh pertumbuhan kredit yang cukup baik per Maret 2012. Bank Sulselbar mencatat pertumbuhan kredit 15,26 persen menjadi Rp 5,58 triliun dari Rp 4,84 triliun.

9. Bank Mega Tbk

PT Bank Mega Tbk (MEGA) menduduki peringkat kedua bank paling getol pemberi bunga kredit atau pinjaman. Bank Mega menetapkan bunga untuk kredit retail sebesar 17,25 persen dan kredit korporasi sebesar 11,25 persen.
Hingga triwulan II tahun 2012 Bank Mega memperoleh laba Rp 1,03 triliun atau meningkat 112,7 persen. Peningkatan laba tersebut berasal dari pendapatan bunga sebesar Rp 2,8 triliun atau meningkat 18,2% dibandingkan tahun 2011.

10. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) Tbk

PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) menduduki peringkat pertama bank yang paling getol memberi bunga kredit atau pinjaman. BTPN menetapkan bunga untuk kredit retail sebesar 17,25 persen dan kredit korporasi sebesar 17,73 persen.
Pada triwulan I tahun 2012, BTPN berhasil membukukan laba bersih senilai Rp 439 miliar atau meningkat 61,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011 sebesar Rp 271 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut didorong tingginya pertumbuhan kredit. Hingga triwulan I tahun 2012, BTPN tercatat menyalurkan kredit sebesar Rp 32,1 triliun atau meningkat 30 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2011 yang sebesar Rp 24,7 triliun.

13 comments:

r10 said...

Bunga yang besar aku rasa kurang bagus, membuat takut masyarakat untuk meminjam modal di bank

Senja said...

To R10 : Benar sekali brother, Oleh karena itu pintar-pintar lah kita untuk menentukan bank mana yang kita pilih apabila kita hendak melakukan pinjaman.

Bunga Ikebana said...

setuju dengan bro r10 & senja...lebih baik survey & cek dahulu kredibilitas bank yang akan dipinjamkan.

Anonymous said...

Jangan di btpn klo mau usaha anda berhasil. Terlalu mencekik. Saya pernah dapet bunga 2.8% , saya orang yang kurang tahh tentang oerbankan, denagn peraturan kredit yang tidak jelas, dan cara btpn menghargai jaminan, pantas kalau bank yang sudah dibeli oleh perush asing ini mendapat laba besar

Anonymous said...

OCBC NISP = 14,5 %
Koq ga masuk ?

Bagus IrenG said...

gue dah kapok pinjem bank btpn...
Pinjaman 20jt 48 bulan angsuran perbulan Rp 898.000,-
Edaaan...
Bukan mitra usaha rakyat tp mitra penjerat rakyat...
Melebihi renternir
24 bulan gue tutup pelunasan Rp 14.100.000,- masih kena penalty 2 angsuran padahal angsuranku gak pernah lewat jatuh tempo...
Bank keparaaat BANKSAAATT...

Anonymous said...

Iya hati2 dalam memilih bank bila ingin melakukan peminjaman
1. Brp bunga yg diberikan
2. Bgmn system percepatan pelunasan

ane baru jd kreditur di BTPN puarah aslie.. Pinjam 25jt dgn platfon 18bln jd total pengembalian 36jt kurang lebih kena bunga 2.4%/bln nya sadess
trus percepatan bunga jg dihitung (tetap dibayar full) saeharusnya sisa pokok saja + Pinalty 2 x Pembayaran, puarah sama kek koment diatas Renternir Mereka. jangan coba2 minjam dimereka deh.. PISS yah klo yg mo sukses tp ga berat di kredit.

Anonymous said...

di pk ada pasal karet yang memungkinkan bank membuat keputusan sepihak seperti yang dialami Rudiyanto
Jl. Setradago Utara, Bandung
http://us.suarapembaca.detik.com/read/2013/03/18/081412/2196363/283/disclamer.html
sadis.......

Anonymous said...

Wow Hebat banget yaah BTPN... Bangga deh jd karyawannya.. Walau gajinya terkecil seantero jagat

syariah said...

beruntung skrg ada bank syariah, saya mengajukan pembiayaan di bank muamalat untuk usaha agen sembako, dengan margin 12% dri modal yg saya pinjam, lalu bisa saya stelah 2 tahun berjalan, saya ada rejeki dan melakukan pelunasan, bukan di kenain pinalty tapi malah di kasih diskon...

saatnya masyarakat sadar, bank syariah bukan agama, jdi jgn takut murtad klo bermitra dengannya..

Bambang Subagja said...

Gue juga kapok pinjem di btpn

Anonymous said...

Makanya kalo pinjam bank itu jangan buat foya-foya , kalo ga bisa bayar banknya yang disalahkan.
Orang ga punya jaminan kok minta bunga murah emange bank.e mbahmu

Bagus IrenG said...

@Anonymose juni 8 : Siapa bilang buat foya2,hati2 bicaranya ya,sy adalah pelaku bisnis kebetulan waktu itu pas kebujuknya pinjem btpn krn kurang modal dikit...

Saya pake jaminan mobil kok,masih aja bunganya mencekik bahkan membunuh usaha yg ada...

Emang bunganya gila sadis bngt nglebihi renternir...kapok kapok...